Sebab Akibat Konflik Sabah (Perang Malaysia)

Sebab Tidak masuknya wilayah sengketa Sabah bagian timur (bekas Borneo Utara) dalam Kerangka Perjanjian Bangsamoro.
Tujuan Memperoleh kembali kendali atas wilayah ini untuk Filipina

Kronologi :
Konflik Sabah adalah sebuah insiden yang muncul setelah sekelompok orang sekitar 100-400 orang, beberapa dari mereka bersenjata, tiba dengan perahu di Kg. Tanduo, Lahad Datu, Sabah dari pulau Simunul, Tawi-Tawi dari Filipina selatan pada tanggal 11 Februari 2013. Kelompok ini, yang menyebut diri mereka Pasukan Keamanan Kerajaan Kesultanan Sulu dan Borneo Utara, yang dikirim oleh Jamalul Kiram III, salah satu penuntut tahta Kesultanan Sulu. Kiram menyatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk menegaskan klaim teritorial mereka yang belum terselesaikan di timur Sabah (bekas Borneo Utara).
Pasukan keamanan Malaysia telah mengepung desa Tanduo di Lahad Datu di mana kelompok itu berkumpul, sementara negosiasi untuk penyelesaian damai dari konflik ini terus berlangsung.
Jumlah Korban Tewas :
Aparat Malaysia mengaku berhasil menewaskan satu orang loyalis Kesultanan Sulu pada Sabtu (9/3/2013). Dengan jatuhnya satu korban jiwa ini, maka jumlah total korban tewas dalam konflik di Sabah telah menyentuh angka 61 orang.
“Satu militan tewas saat ia berusaha melarikan diri dari aparat di sekitar dua desa dan perkebunan dan lahan rawa,” kata Kepala Polisi Federal Malaysia, Ismail Omar. Selain itu, Omar juga mengaku, bahwa pihaknya telah menangkap puluhan yang diduga terkait dengan loyalis Sulu.
"Sampai saat ini polisi telah menangkap 79 tersangka yang kami percaya memiliki beberapa hubungan dengan gangguan itu," kata Omar tanpa menyebutkan di mana para tersangka ditangkap atau memberikan rincian lebih lanjut soal status mereka yang ditangkap.
Tentara dan polisi Malaysia terus memburu para militan Sulu yang bersembunyi di wilayah terpencil pulau Kalimantan itu. Kaum loyalis Sulu yang diperkirakan berjumlah 200 orang ini masuk ke Sabah pada bulan lalu untuk menegaskan klaim teritorial mereka atas wilayah tersebut.
Pihak Kesultanan Sulu telah menawarkan gencatan senjata sepihak untuk menekan jumlah korban jiwa. Namun, Pemerintah Malaysia menolak tawaran itu. Menurut Perdana Menteri Malaysia, gencatan senjata akan dilakukan jika kaum militan meletakan senjata mereka.
“Militan Sulu harus meletakkan senjata dan menyerah tanpa syarat dan operasi terhadap mereka akan berjalan selama dibutuhkan," kata Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak dalam sebuah konferensi pers, Kamis (7/3/2013), seperti dikutip dari The Star.

Negara Tetangga Filipina ikut terusik :
Filipina – Sekretaris Luar Negeri Filipina, Albert del Rosario meminta jaminan pemerintah Malaysia bahwa hak rakyat Filipina "yang telah menjadi penduduk tetap di Sabah dan yang mungkin di kalangan kumpulan" akan dihormati. Beliau juga meminta warga Filipina untuk "kembali ke rumah-rumah dan keluarga mereka." Ia juga menjelaskan bahwa tindakan kelompok Filipina tersebut tidak direstui oleh pemerintah Filipina.
Negara Adidaya Amerika ikut angkat bicara :
Amerika Serikat – Duta Besar AS ke Filipina, Harry K. Thomas, Jr. mengatakan bahwa Manila dan Kuala Lumpur dapat bekerjasama mengenai hal ini dengan baik. Beliau juga menambahkan bahwa kedua negara ini akan duduk bersama dan berbincang, konflik ini dapat diatasi tanpa pertumpahan darah. Selain itu, Amerika Serikat juga menyambut baik Perjanjian Rangka Kerja Bangsamoro pada tahun 2012

Kondisi perbatasan Indonesia :
Kapolsek Sei Nyamuk Kecamatan Sebatik Barat, Nunukan, Iptu Eka Berlin di Sebatik, Ahad, menjelaskan, kondisi Pulau Sebatik aman-aman saja dan tidak terpengaruh oleh kondisi konflik yang terjadi di Sabah.

"Di sini aman-aman saja, walaupun Sebatik berbatasan darat dengan Sabah," ucapnya saat dihubungi dari Nunukan.

Terkait dengan kemungkinan Pulau Sebatik menjadi jalur eksodus tenaga kerja Indonesia (TKI) dari negara tetangga itu, dia mengatakan sampai saat ini belum ada "tanda-tanda" Pulau Sebatik menjadi jalur eksodus TKI, begitu pula dengan kegiatan lain yang berkaitan dengan konflik tersebut.

Hanya saja, lanjut Berlin, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi di pulau yang terbagi dua antara Indonesia dengan Malaysia itu.

Berita-berita ini artikel dan gambar dikumpulkan dari beberapa mediamasa tanah air dan luar negeri.

0 comments:

Post a Comment

Home - About - Order - Testimonial
Copyright © 2010 Breaking new All Rights Reserved.